counter free hit invisible
X

Profil

Bandung Techno Park

Visi

“MENJADI MOTOR PENGGERAK DALAM MEWUJUDKAN MASYARAKAT INFORMASI INDONESIA DAN PENDORONG TUMBUHNYA INDUSTRI ICT DAN TECHNOPRENEUR DI INDONESIA”

Masyarakat Informasi adalah masyarakat yang memiliki kemauan dan kemampuan dalam mengelola informasi untuk senantiasa meningkatkan kesejahteraan dan mencerdaskan kehidupannya. Bandung Techno Park merupakan elemen masyarakat yang harus menjadi motor penggerak bagi terbentuknya Masyarakat Informasi Indonesia (MII) sebagai bagian Masyarakat Informasi Global, melalui kreasi, inovasi dan penggunaan Information and Communication Technology/Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT/TIK) dalam pengembangan sumber daya manusia, ekonomi dan budaya berbasis pengetahuan atau Knowledge Based Human Resource (K-Worker), Economy (K-Economy) dan Culture (K-Culture), baik di lingkup daerah Bandung dan Jawa Barat maupun lingkup Nasional.

Misi

  1. Meningkatkan kerjasama antara Academic – Business – Goverment dalam pengembangan ICT yang meliputi: Infrastruktur, Aplikasi, Content, Konteks, dan Regulasi.

  2. Mendorong perkembangan ekonomi dan budaya berbasis pengetahuan dan teknologi.

  3. Menciptakan tenaga ICT yang mandiri dan berdaya saing tinggi.

  4. Menumbuhkembangkan masyarakat yang mampu memanfaatkan ICT dalam peningkatan kesejahteraan.

  5. Menciptakan technopreunership di masyarakat.

Sekilah Sejarah

Berangkat dari mimpi ingin berkontribusi dalam pengembangan ekonomi Indonesia melalui pertumbuhan ekonomi di Kawasan Bandung Selatan, diperlukan lembaga yang mensinergikan peran Quadruple Helix (4 aktor utama inovasi). Bandung Techno Park yang didirikan atas kerjasama antara Institut Teknologi Telkom dan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia untuk menjawab itu semua. Pendirian Bandung Techno Park diawali dengan pendirian lembaga UPT Telematika dan Pusat Disain Telekomunikasi sebagai wadah inovasi bagi dosen, mahasiswa dan masyarakat umum serta Inkubator Bisnis sebagai ajang masyarakat untuk belajar berbisnis.

Pendirian Bandung Techno Park ini merupakan wujud mimpi dari civitas akademika IT Telkom yang ingin mengembangkan Teknopark sebagai jembatan antara Institusi pendidikan bidang ICT dan energi dengan dunia Industri. IT Telkom sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi dalam bidang Teknologi Informasi dan Telekomunikasi nasional memiliki kemampuan dan jumlah Sumber Daya Manusia yang cukup untuk mengembangkan Riset terapan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Sejak awal 2007, Institut Teknologi Telkom dipercaya Kementerian Perindustrian RI untuk mengembangkan UPT Telematika dalam rangka menumbuhkan dan membina Industri Kecil dan Menengah (IKM) di bidang ICT (Informasi dan Telekomunikasi). Sejak tahun 2007 sampai sekarang, Departemen Perindustrian memberikan sejumlah perangkat modern, sedangkan kegiatan UPT Telematika didukung oleh Disperindag Jabar. Kegiatan yang telah dilakukan antara lain adalah pelatihan bidang ICT dalam rangka membina IKM, dengan maksud untuk mengangkat Industri Nasional. Sejak tahun 2009, Institut Teknologi Telkom dipercaya Kementerian Perindustrian RI untuk mengembangkan Pusat Disain Telekomunikasi (PDT). PDT diresmikan oleh Menteri Perindustrian RI pada tanggal 12 Januari 2010. Pada tanggal 12 Januari 2010 tersebut juga akan dilakukan peletakan batu pertama kawasan Bandung Techno Park di lingkungan Kampus Institut Teknologi Telkom.

Kedua lembaga tersebut sebagai cikal bakal dari Teknopark dengan nama Bandung Techno Park yang diresmikan oleh Mentri Perindustrian pada tanggal 19 Januari 2010. Dan pada tahun 2009 Kementerian Diknas mempercayakan pengembangan Inkubator Bisnis di bawah Bandung Techno Park.

Seiring dengan perkembangan waktu dan kebutuhan akan peran yang lebih besar lagi dari Bandung Techno Park serta berbagai pertimbangan, maka mulai bulan November 2011 Bandung Techno Park terpisah secara manajemen dari ITTelkom. Dengan demikian diharapkan Bandung Techno Park lebih memberikan peran nyata dan lebih luas kepada masyarakat baik Jawa Barat maupun Nasional.

Tujuan Dibangunnya Bandung Techno Park

Produk Inovasi

Menghasilkan produk inovasi berkelanjutan yang berbasis teknologi

Melahirkan Startup

Melahirkan perusahaan-perusahaan startup di bidang teknologi

Komersialisasi hasil riset

Mengkomersialisasikan produk-produk hasil riset sehingga berdampak ekonomi

Peran Bandung Techno Park

R&BD Berkelanjutan

Melaksanakan Research & Business Development secara berkelanjutan

Pengembangan Startup

Mengembangkan startup-startup di bidang teknologi

Menarik Industri Ke Kawasan

Menarik industri/bisnis ke dalam kawasan Techno Park

Sejak dideklarasikan awal 2010, beberapa produk inovasi telah komersial, beberapa start up telah tumbuh, link kerjasama dengan industri telah terbentuk, dan sinergi Quadruple Helix telah berjalan.

Seiring dengan Program Pemerintah tentang pembangunan 100 Science Technlogy Park di Indonesia yang tertuang dalam Nawa Cita Presiden Jokowi dan di dalam RPJMN 2014-2019, Presiden Jokowi mengunjungi BTP pada tanggal 12 Januari 2015 yang dilanjutkan dengan kunjungan Mentri Ristekdikti pada tanggal 20 Januari 2015 dan Bandung Techno Park dijadikan Role Model STP di Indonesia oleh Menristekdikti pada tanggal 23 Januari 2015.

Road Map Bandung Techno Park

Dalam mewujudkan kawasan ekosistem inovasi,
disusunlah Roadmap Bandung Techno Park 2014-2019 sebagai berikut:

2014-2015

Sebagai Tahap Perkuatan Pondasi, yang memiliki sasaran umum: “Terciptanya Pondasi Yang Kuat Bagi Bandung Techno Park“.

2016-2017

Sebagai Tahap Akselerasi, dengan sasaran umum: “Terbangunnya Ekosistem Inovasi di Kawasan Bandung Techno Park“.

2018-2019

Sebagai Penguatan Peran, dengan sasaran umum: “Bandung Techno Park Berperan Penting Dalam Pengembangan Ekonomi Kawasan“.

Dalam rangka mewujudkan Kawasan Ekosistem Inovasi tersebut, Pemerintah melalui Kementrian Perindustrian memberikan hibah pembangunan 2 buah Gedung R&BD TA 2015 serta bantuan dan dukungan yang secara kontinyu dari berbagai kementerian dan pemerintah daerah sejak tahun 2007. Setiap tahun BTP mengangkat Tema yang dikawal secara intensif seperti: Pengembangan Riset Berkelanjutan (2013), Pengembangan Produk Inovasi (2014), Produksi Massal (2015).